Sabtu, 04 Februari 2012

Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes Melitus

Diabetes Melitus yang juga dikenal sebagai penyakit kencing manis atau penyakit gula darah adalah golongan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah sebagai akibat adanya gangguan sistem metabolisme dalam tubuh, dimana organ pankreas tidak mampu memproduksi hormon insulin sesuai kebutuhan tubuh.
Tipe Diabetes Melitus :
Tipe 1
Faktor genetika sangat mempengaruhi penderita diabetes melitus pada tipe ini. Sedari kecil menuju remaja, seseorang sudah memiliki bakat diabetes melitus. Di saat terjadi infeksi pada liver, diabetes melitus mulai menggejala.
Tipe 2
Diabetes melitus tipe ini mulai menyerang seseorang yang telah berumur 40 tahun. Jadi diperlukan insulin bantuan untuk membantu penderita mengubah glukosa menjadi gula darah.

Penyebab Diabetes Melitus :
Secara ilmiah, penyebab diabetes melitus dapat dikarenakan kurangnya produksi zat insulin atau kurang sensitifnya jaringan tubuh terhadap zat insulin. Hal ini akan mengakibatkan kadar glukosa pada makanan tidak dapat diserap dan dimanfaatkan oleh tubuh. Akibatnya kadar gula dalam darah akan terus meningkat sehingga menjadi penyebab diabetes melitus.
Berikut ini faktor Penyebab Diabetes Melitus:
1. Faktor keturunan
2. Kegemukan / obesitas biasanya terjadi pada usia 40 tahun
3. Tekanan darah tinggi
4. Level kolesterol yang tinggi
5. Gaya hidup modern yang cenderung mengkonsumsi makanan instan
6. Merokok dan Stress
7. Terlalu banyak mengkonsumsi karbohidrat
8. Kerusakan pada sel pancreas

Tanda dan Gejala Diabetes Melitus :
1. Jumlah urine yang dikeluarkan lebih banyak (Polyuria)
2. Sering atau cepat merasa haus/dahaga (Polydipsia)
3. Frekwensi urine meningkat/kencing terus (Glycosuria)
4. Kesemutan/mati rasa pada ujung syaraf ditelapak tangan & kaki
5. Cepat lelah dan lemah setiap waktu
6.Mudah terkena infeksi terutama pada kulit.

Hal-hal yang harus dilakukan untuk mencegah diabetes melitus :
1. Berolahraga yang teratur
2. Tidak merokok
3. Menjaga berat ideal badan agar tidak terjadi obesitas
4. Melakukan pengawasan kadar glukosa dalam darah secara mandiri di rumah
5. Check up kesehatan menyeluruh di rumah sakit
6. Memeriksakan mata secara teratur
7. Mengatur penggunaan gula yang rendah kalori

Tidak ada komentar:

Posting Komentar