Penyakit Hepatitis A
Penyakit Hepatitis A adalah penyakit akut dan tidak pernah menjadi kronis. Biasanya penderita cepat sembuh tanpa di obati, hanya dibantu banya istirahat. Penyakit ini menular melalui kontak dengan Tinja (zat sisa pencernaan.
Penyakit Hepatitis B
Penyakit Hepatitis B merupakan salah satu penyakit menular yang tergolong berbahaya didunia, Penyakit hepatitis ini disebabkan oleh Virus Hepatitis B (VHB) yang menyerang hati dan menyebabkan peradangan hati akut atau menahun. Seperti hal Penyakit Hepatitis C, kedua penyakit hepatitis ini dapat menjadi kronis dan akhirnya menjadi kanker hati. Proses penularan penyakit Hepatitis B yaitu melalui pertukaran cairan tubuh, narkoba, dari ibu ke bayi, seks, dan kontak dengan darah dari orang yang terinfeksi Hepatitis B. Jumlah virus dalam darah hepatitis B sangat tinggi maka sangat mudah menular.
Penyakit Hepatitis C
Penyakit Hepatitis C adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis C (VHC). Proses penularannya melalui kontak darah (transfusi, jarum suntik (terkontaminasi),dapat menular dari ibu ke bayi yang resiko penularannya hanya dibawah 6%, serangga yang menggiti penderita lalu mengigit orang lain disekitarnya). Penderita Penyakit Hepatitis C kadang tidak menampakkan gejala yang jelas, akan tetapi pada penderita Penyakit Hepatitis C kronik menyebabkan kerusakan/kematian sel-sel hati dan terdeteksi sebagai kanker hati.Pada awal gejala penyakit hepatitis, mungkin si penderita tidak merasakan sesuatu,paling hanya gejala umum seperti muntah, mual, gemar tidur atau tidak nafsu makan plus tubuh tidak berstamina. Gejala penyakit hepatitis diatas juga dapat disertai dengan demam. Belum ada vaksin untuk virus Hepatisis C.
Penyakit Hepatitis D
Penyakit Hepatitis D merupakan jenis virus yang disebut Agen Delta. Virus ini di sebabkan infeksi juga pada Hepatitis B.Sedangkan gejala penyakit hepatitis yang mudah dilihat dari fisik adalah urine berwarna gelap, perut bagian atas membesar, penurunan berat badan, feses berwarna putih dan seperti gejala penyakit hepatitis kuku berwarna kuning, kulit berwarna kuning, dan putih mata menjadi kuning.
Pencegahan Penyakit Hepatitis :
Menjaga kebersihan perorangan seperti mencuci tangan dengan teliti, orang yang dekat dengan penderita penyakit hepatitis mungkin memerlukan terapi imunoglobulin. Imunisasi hepatitis A bisa dilakukan dalam bentuk sendiri atau bentuk kombinasi dengan vaksin hepatitis B. Imunisasi hepatitis A dilakukan dua kali, yaitu vaksinasi dasar dan booster yang dilakukan 6-12 bulan kemudian, sementara imunisasi hepatitis B dilakukan tiga kali, yaitu dasar, satu bulan dan 6 bulan kemudian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar